Tsunami 20 Meter, Ini Kata BMKG

0
205

Tahun lalu ada prediksi  bahwa akan ada Tsunami setinggi 20 meter di selatan pulau Jawa. Bahkan dalam rangka pengurangan resiko bencana (PRB), BNPB menyelanggarakan Ekspedisi Destana di pesisir selatan pulau Jawa. Prediksi tersebut kali ini kembali muncul setelah para peneliti ITB melakukan riset.

 

Hasil riset para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait adanya potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa menjadi viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.

 

Hasil riset yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report pada (17/9/2020) tersebut dianggap mengkhawatirkan jika benar-benar terjadi nantinya.

 

Lantas, bagaimana tanggapan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) dengan hasil kajian peneliti ITB tersebut?

 

Jumat (25/9/2020), Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, mengatakan, BMKG dalam hal ini mengapresiasi hasil tersebut.

 

Dia menjelaskan, BMKG mengapresiasi penelitian tersebut karena kajian ilmiah yang dilakukan ini mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk.

Ilustrasi Tsunami
Ilustrasi Tsunami

Akan tetapi, hingga saat ini teknologi yang ada  belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

 

  “Skenario model yang dihasilkan merupakan gambaran terburuk, dan ini dapat dijadikan acuan dalam upaya mitigasi, dalam rangka mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami,” ujarnya.

 

Menanggapi ketidak-pastian ini, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkrit untuk meminimalkan risiko kerugian sosial, ekonomi dan korban jiwa.

Baca juga : Pentingnya informasi mitigasi


 

Ia menegaskan, informasi hasil kajian ini hendaknya tidak mempertajam kecemasan dan kekhawatiran masyarakat, tetapi justru harus segera direspons dengan upaya mitigasi yang nyata.

Masyarakat jangan resah dan fokuslah mitigasi

Daryono berkata bahwa pada saat ini, masyarakat awam menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat. Padahal, tidak demikian. “Kita akui, informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan akibat salah pengertian ,” kata dia.

Namun, masyarakat lebih tertarik membahas kemungkin dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.

Adapun perihal mitigasi potensi bencana itu, masih banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat beserta para pemangku kepentingan terkait. Diantaranya adalah sebagai berikut:

 

–  Meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi.

– Latihan evakuasi (drill).

– Menata dan memasang rambu evakuasi.

– Menyiapkan tempat evakuasi sementara.

– Membangun bangunan rumah tahan gempa.

– Menata tata ruang pantai berbasis risiko tsunami.

– Meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami.

Sumber : Kompas.

POTENSI TSUNAMI 20 METER SELATAN JAWA, BMKG ; JANGAN PANIK DAN FOKUS MITIGASI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here