Rumah Zakat Action Lakukan Asesmen Persiapan Respon Kondisi Siaga Merapi

0
78
Rumah Zakat Action Lakukan Assesment Persiapan Respon Kondisi Siaga Merapi

Sabtu (7/11) Relawan Rumah Zakat Yogyakarta dan beberapa mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka) melaksanakan kegiatan assessment untuk mitigasi bencana Gunung Merapi. Kegiatan assesment ini ditujukan agar relawan siap dan sedia untuk support system dalam rangka tanggap darurat bencana gunung Merapi.

Kegiatan assessment dimulai dengan konsolidasi awal dengan pihak Basarnas, damkar, dan pihak SAR magelang di SDIT Zaid Bin Tsabit Magelang. Happy Sukro, selaku perwakilan dari SAR Magelang, menjelaskan tentang status Merapi dan prediksi dari para ahli serta tindak lanjut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR dan komunitas kebencaan di daerah Magelang untuk bersiap siap sewaktu waktu Gunung Merapi meningkat statusnya dan erupsi.

Total ada 4 tempat yang didatangi para relawan untuk melakukan assessment yaitu pusdalops BPBD Sleman, Markas Komado Pemadam Kebakaran(Mako Damkar Magelang), Panti Asuhan Yatim(PAY) yang juga merangkap sebagai tempat pengungsian serta Balai Desa Tamanagung yang dapat menampung hingga seratus orang pengungsi sebagai posko induk BPBD daerah muntilan.

Saat assesment dan pengambilan data, salah satu pengungsi, Maryati (29) menjelaskan bahwa ia dan anaknya sudah mengungsi semenjak 6 November lalu bersama anaknya yang masih berumur dua tahun. Beliau berkata bahwa untuk kebutuhan makanan bayi masih belum tercukupi. Sementara di Taman agung, Imam(52) selaku kepala desa menyatakan bahwa makanan untuk bayi serta bumbu dapur masih belum tercukupi. “Kalau namanya bencana, memang sering tidak terduga, ketika masak, sering terjadi semua sudah siap, tapi ternyata bumbu dapur kurang, sementara kebutuhan makanan sangat mendesak”, ujar beliau yang juga seorang wirausahawan sukses di bidang perkebunan.

Tanggap darurat bencana(TDB) Merapi ditetapkan sejak meningkatnya status merapi menjadi Siaga Tingkat 3 dan diperkirakan akan berlangsung hingga 50 hari kedepan. Selain disibukkan oleh Tanggap Darurat Bencana Merapi, pandemi Covid-19 juga ikut memperparah keadaan. Bantuan dan uluran tangan dalam bentuk materiil ataupun non materiil dari para orang baik sangat dibutuhkan supaya senyum para penyintas dapat kembali terlihat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here