Merawat Hari Sumpah Pemuda untuk Generasi Milenial

0
487

Setiap tahun, Bangsa Indonesia merayakan Sumpah Pemuda yang tepatnya setiap tanggal 28 Oktober. Pada hari yang bersejarah itu, para pemuda berkomitmen untuk bertumpah darah satu, yaitu tumpah darah Indonesia. Berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia.

Pada 90 tahun yang lalu, Sumpah Pemuda dopelopori oleh sejumlah pemuda dalam rangka mengeratkan bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa menghilangkan unsur kebenikaan dalam keagamaan, kesukuan dan kebahasaan.

Dalam perkembangan zaman yang semakin pesat, menjadikan kemajuan teknologi informasi sebagai penggeraknya. Maka di zaman sekarang ini muncullah sebuah generasi yang lebih kita kenal dengan istilah generasi milineal, dimana sebagian besar di isi oleh kaum pemuda yang dekat dengan teknologi komunikasi dan informatika.

Kita semua pasti telah mengetahui bahwa setiap generasi memiliki tantangan, peluang dan ancaman yang berbeda. Jika bertanya kepada Orang Tua atau Kakek Nenek kita dahulu, perjuangan apa saya yang telah mereka lewati waktu muda. Pasti jawaban beliau akan berbeda dengan apa yg pemuda milineal sekarang alami.

Elemen bangsa sekarang mengalami perjuangan dan tantangan yang sangat kompleks. Mulai dari korupsi yang menggerogoti, kemiskinan, pengangguran, pornografi, narkoba, hoax dan banyak lagi jika harus disebutkan satu persatu. Rasanya banyak PR yang harus di selesaikan.

Namun celakanya pada saat ini, adanya perkembangan tenologi yang luar biasa sangat pesat. Dapat menghantam setiap sendi sosial yang mengancam generasi muda dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Buktinya adalah semakin soliternya kehidupan sesorang, maka akan semakin sibuk dengan dirinya sendiri. Sehingga tidak mempedulikan di sekitarnya, terjadi sebuah perubahan prinsip hidup dalam memenuhi kebutuhan. Sering merasa diri kita dapat memenuhi kebutuhan diri sendiri tanpa perlu bantuan dari orang lain.

Tampaknya kehidupan berinteraksi lebih mengasikan dunia maya dari pada kehidupan dunia nyata, meskipun tidak semua remaja mengalami gejala ini. Tetapi bisa kita lihat akibat yang dapat di timbulkan oleh penyakit teknologi informasi adalah semakin menurunnya daya juang dan daya perlawanan terhadap berbagai tantangan yang menghantam para remaja sekarang.

Remaja menjadi kehilangan keinginan dan kepekaan terhadap lingkungan sosial yang ada di sekitarnya, menjadikan kita berpikir apatis dan berpikir pragmatis.

Mari, momentum peringatan sumpah pemuda 28 Oktober 2019 ini, kita jadikan langkah awal dan langkah selanjutnya sebagai kebangkitan pemuda sebagai generasi pejuang dan pelopor. Pemuda milineal sekarang tidak boleh cuek dan apatis dengan keadaan sekitarnya. Kita sebagai generasi muda di tuntut menjadi genarasi yang memiliki semangat juang dalam menatap masa depan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Semoga

Relawan Nusantara Magetan Mengucapkan Dirgahayu Pemuda Indonesia, di tangan kalianlah NKRI berjaya dan maju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here