Mencegah Penularan Covid-19 dengan Kearifan Lokal

0
197
sumber: nkripost.com

Hallo sobat semua, kalian pasti sudah banyak yang mengetahui apa itu gentong ? Gentong itu tempat air yang berbentuk seperti tempayan besar biasanya terbuat dari tanah liat. Mungkin sekarang ini jarang ditemukan gentong tanah liat, kebanyakan sekarang gentong plastik.

Hari-hari ini dunia, tidak terkecuali Indonesia, dihadapkan pada masalah global berupa pandemi virus corona  disease (Covid-19). Berbagai negara berupaya menerapkan berbagai macam cara sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan kebijakan masing-masing.

Penanganan dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengetahuan kesehatan modern maupun tradisional yang didasarkan pada kearifan lokal.

Budaya masa lalu secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup di dalam kearifan lokal produk, meskipun bernilai lokal tapi nilai yang terkandung didalamnya dianggap sangat universal.

sumber: siedoo.com

Kearifan lokal mempunyai nilai dan manfaat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Sistem tersebut dikembangkan karena adanya kebutuhan untuk menghayati, mempertahankan, dan melangsungkan hidup sesuai dengan situasi, kondisi, kemampuan, dan tata nilai yang dihayati di dalam masyarakat yang bersangkutan.

Dengan kata lain, kearifan lokal tersebut menjadi sebuah bagian dari cara pandang atau hidup mereka yang arif untuk memecahkan suatu permasalahan hidup yang ada di kehidupan. Mereka dapat melangsungkan kehidupannya, dan berkembang secara berkelanjutan berkat kearifan lokal.

Di tengah pandemi corona saat ini, ada beberapa kearifan lokal yang menunjukkan bagaimana leluhur atau orang-orang tua kita pada zaman dahulu sudah mengajarkan dan mempraktikkan kearifan lokal dalam memelihara kesehatan lingkungan dan warganya, contohnya penyediaan gentong air atau padasan di pedesaan di Jawa.

Jauh sebelum menjadi imbauan pemerintah setelah wabah corona merebak, budaya Jawa memiliki kearifan lokal yang benama Padasan, yakni sebuah gentong besar yang di dalamnya berisi air untuk membasuh anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan wajah sebelum masuk rumah. Pada zaman dahulu, benda tersebut biasanya diletakkan di bagian depan tempat tinggal.

sumber: goodnewsfromindonesia.id

Tak hanya digunakan untuk mencuci semata, padasan yang menjadi tempat air itu juga bisa digunakan untuk bersuci atau wudhu bagi mereka yang beragama Islam sebelum menjalankan ibadah salat. Tradisi ini sendiri tak lepas dari kondisi yang ada di masa lalu. Di mana masyarakat tradisional aktivitasnya tak lepas dari kondisi alam seperti bertani, beternak, dan berkebun. Tentu saja, hal tersebut membuat badan mereka menjadi kotor.

Oleh sebab itu, banyak dari pemilik rumah yang kemudian menyediakan padasan di depan rumah masing-masing agar bisa digunakan selepas aktivitas. Sayangnya, tradisi ini rupanya-rupanya mulai ditinggalkan seiring dengan peralihan zaman ke era yang lebih modern. Mungkin, padasan bisa ditemui oleh beberapa dari mereka yang sadar akan manfaat tersebut meski mungkin sempat disepelekan.

Bentuk dari padasan itu sendiri sendiri biasanya berupa gentong besar yang terbuat dari tanah liat dan diberi lubang pada bagian depan untuk jalan keluar air. Terkadang, pemiliknya juga melengkapi benda tersebut dengan gayung dari batok kelapa yang dalam bahasa Jawa disebut siwur jika ingin menggunakannya dengan cara disiram. Letak padasan sendiri persis di depan rumah pemilik yang bersinggungan langsung dengan jalanan umum.

jika dikorelasikan dengan imbauan pemerintah untuk mencuci tangan guna mencegah penyebaran Covid-19 pada saat ini, kearifan lokal seperti padasan telah mengajarkan lewat kebiasaan para orang tua di masa lalu. Bagaimana cara menjaga kebersihan pada diri sebelum masuk ke dalam rumah, agar jangan sampai kotoran (virus dan sebagainya) ikut terbawa.

Nah..sekarang sobat semua sudah tahu kan apa itu gentong dan kearifan lokal dari gentong . Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Tetap semangat bahagiakan umat!!!
Allahu Akbar!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here