Belajar Peka dari Warga Terdampak Bencana

0
320

Sunyoto tergabung dalam relawan Rumah Zakat sebagai Koordinator Relawan Magetan, Jawa Timur. 26 Januari kemarin menggenapkan pengabdiannya di Rumah Zakat selama 1 tahun.

Aksi pertamanya ialah saat bencana kekeringan di Mojokerto tahun 2018 dilanjut dengan aksinya di kekeringan di Wonogiri pada tahun yang sama. Setelah 2 bencana tersebut, Nyoto (panggilan akrab Sunyoto), berkempatan untuk terjun pada aksi gempa Lombok dan Palu.

Sebuah cuplikan menggetarkan hatinya saat ia mencoba mengingat kembali aksinya di Lombok.

.
“Saat itu ada pengiriman material berupa 1 rit batu-bata merah. Hati bergetar ketika kuli bongkar muat adalah seorang ibu dan 3 anaknya yang perempuan. Mereka bergotong royong membongkar batu-bata yang jumlahnya ribuan, dari truk, ditengah teriknya matahari Lombok.” ucapnya terharu.
.
“Saya yang saat itu sedang berdiskusi dengan Kepala Dusun setempat, langsung ikut bergabung dengan mereka membongkar batu-bata. Keadaan mereka yang sedang dilanda gempa, tak menyurutkan semangat untuk tetap bekerja, dan tidak bergantung pada bantuan yang ada.” ucap Nyoto.

Sahabat, banyak hal yang mungkin tidak dapat kita lihat saat kondisi nyaman kita saat ini. Potret seorang Ibu bersama 3 anak perempuannya mengangkut ribuan bata mungkin memang hanya bisa dilihat di daerah gempa, namun kepekaan @mas_gagah13 ini perlu menjadi pembelajaran bagi kita semua, dimanapun dan kapanpun kita berada.

source instagram: @rumahzakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here