Belajar Ilmu Disaster Management dari Kisah Nabi Nuh ‘Alayhisalam

0
526

Ketika membahas kesiapsiagaan bencana, pasti yang terfikir bagi kami adalah bagaimana memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat umum bahwa kesiapsiagaan bencan itu sangat penting.

Kebanyakan masyarakat yang kami temui, bahkan disekitar kami sendiri, yang notabene merupakan kawasan yang rawan bencana ( angin, banjir, longsor, kebakaran) begitu mengesampingkan kesadaran terhadap siaga bencana.

“Ngapain sih simulasi segala? Kita ga akan bakal kena gempa”,
” Ngapain kita diajari ngumpet dikolong meja, kaya anak kecil aja!”
“Mana mungkin tempat kita kebanjiran?”
” Kota ini aman, ga akan ada bencana alam”.
“Udahlah ga usah ngajarin kita begituan, ga bakal bikin kita kaya!”.
Dan kalimat semacam itu sering kami temui di orang-orang sekitar kami, bahkan dalam keadaan darurat saat evakuasipun begitu menyepelekan kesadaran tentang bencana.

Sebenarnya jika kita sedikit mau mentadabburi kisah-kisah nabi terdahulu, pelajaran tentang kesiapsiagaan bencana sudah ada sejak jaman nabi Nuh ‘alayhisalam.

Beliau membuat kapal padahal tidak di laut, dan tidak sedang banjir, beliau diolok-olok dengan perbuatannya.

Tapi apa yang terjadi? Terjadi banjir bandang yang menenggelamkan kaum nabi Nuh saat itu, kecuali yang ikut dengan beliau dalam kapalnya.

Kesiapsiagaan bencana, juga bukan merupakan jaminan keselamatan seseorang dari suatu bencana. Tapi dengan belajar & sadar kesiapsiagaan bencana, setidaknya kita bisa survive terhadap diri sendiri ketika terjadi bencana & menjadi survivor di daerahnya ketika terjadi bencana.

Kesiap-siagaan bencana bukan berarti berharap terjadi bencana, melainkan bersiap-siap ketika sewaktu-waktu terjadi bencana, karena kita tidak tahu kapan itu terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here