Ibu Elly 18 Tahun Menahan Rindu, Akhirnya Dapat Membaca Al-Qur’an Braille Kembali

0
57

Pada hari Kamis kemarin, tim Rumah Zakat berkesempatan untuk menyalurkan wakaf Al Quran Braille dan menemui keluarga Ibu Elly.

Lama sudah Bu Elly tidak membaca Al-Qur’an Braille, terhitung sejak awal tahun 2003 sampai dengan sekarang. Keinginannya untuk bisa membaca Al-Qur’an Braille tak pernah surut.

Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari mengajukan permohonan Al-Qur’an Braille, namun belum saja berhasil mendapatkanya.

Bu Elly yang lulusan salah satu SLB di Jombang ini harus berpisah dengan mushaf Al-Qur’an Braille yang dimilikinya setelah menikah dan harus berpindah ke Magetan. Mushaf Al-Qur’an Braille yang dimilikinya hanya 1 Juz saja, Juz 28. Perpisahannya itu bukan karena tidak boleh membaca, tapi karena huruf-hurufnya mulai rata dengan kertas.

Selama 18 tahun belakangan, Bu Elly dan Pak Sarmin hanya membaca Al-Qur’an yang beliau hafal saat shalat saja.

Pada hari Kamis (9/9), Relawan Rumah Zakat menyalurkan 1 paket lengkap Al-Qur’an Braille kepada Bu Elly dan suaminya yang berada di Desa Sundul, RT 3 RW 1, Parang, Magetan. Letak tempat tinggal yang cukup jauh dari kota, juga menjadi kendala untuk mendapatkan Al-Qur’an Braille dan Reglet (alat tulis Braille).

Bu Elly langsung membuka dan membaca mushaf Al-Qur’an Braille barunya dari Rumah Zakat dengan raut wajah yang berseri-seri, kemudian bercerita bahwa sudah lama ingin mendapatkan Al-Qur’an Braille.

Beliau yang berprofesi sebagai Tukang Pijat dan dikaruniai 3 orang anak yang normal ini begitu antusias membaca, bahkan Pak Sarmin ingin dibelikan Iqro’ versi Braille. Pak Sarmin juga ingin bisa membaca Al-Qur’an Braille lancar seperti istrinya, Bu Elly.

“Terimakasih Rumah Zakat, semoga kebaikan selalu mengalir pada lembaga, Amil, Relawan, dan donatur, dan kami lebih semangat mencari bekal akhirat”, tutur Bu Elly.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here