Pernahkah Kita Berfikir Akan Berakhir Seperti Apa Lampion yang Kita Terbangkan?

0
1166

Judul artikel ini merupakan salah satu pertanyaan yang terinspirasi dari tulisan salah satu relawan di Relawan Nusantara Magetan, Qurrota Yunus Syafidah. Seorang Guru kelahiran Magetan 30 Mei 1995 ini menuliskan pendapatnya dalam akun Instagramnya tentang dampak diterbangkannya lampion.

Rota( panggilan akrab Qurrota Yunus Syafidah) yang ditunjuk pada Cliamate Institute, ia menuliskan kekagumannya terhadap indahnya lampion yang berterbangan di gelapnya malam. Rota mengajak kita merenung dan berfikir tentang apa yang akan terjadi ketika lampion itu mendarat.

Bukankah mendarat itu merupakan hal biasa terjadi pada benda-benda terbang lainya? Iya benar sekali, tapi disini Rota mengajak kita berfikir lebih dalam daripada itu. Kita diajak memikirkan dampak panjang yang diakibatkan dari jatuhnya lampion-lampion yang diterbangkan.

Lampion yang terbuat dari plastik, diberikan pengapian untuk menerbangkanya bukan? Bagaimana jika lampion tersebut mendarat sebelum padam pengapiannya ke hutan?
Bagaimana jika lampion tersebut jatuh ke perairan atau laut dan biota air akan memakan plastik dari lampion itu.

Bagaimana jika lampion itu jatuh di rumah-rumah penduduk dan masih menyala? Bahkan jika sudah ati pengapiannya bukankah itu sesuatu yang mengganggu bagi pemilik rumah?

Sederet pertanyaan lainya yang semakin membuat kita berfikir ulang untuk menggunakan plastik sekali pakai.

Rota juga mengajak semua lapisan untuk sadar 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) di akhir tulisannya. Hal ini karena merasa populasinya kini terancam keberadaan plastik.

Mari kita sama-sama baca tulisan singkat Rota berikut:

Reposted from @qurotayunussyafidah

Menerangkan ribuan lampion ini sangat memanjakan mata kita, bahkan hanya dengan melihat fotonya saja kita bisa seakan-akan terbawa kedalam suasana kegembiraan & kemeriahan acara tersebut, tapi pernah gak kita berfikir sejenak tentang Kemana si lampion-lampion tersebut akan mendarat.

Terus bisa jamin gak kalau lampion tersebut bakalan mendarat dalam keadaan mati apinya. Coba bayangkan jika si lampion itu mendarat di hutan & bukan tidak mungkin hal ini dapat menyulut api yang menyebabkan kebakaran hutan, itu klo di hutan nah kalau si lampion cantik ini terjunnya di sungai atau laut, lalu si lampion ini di makan oleh Biota laut atau sungai misalnya lalu biota tersebut dimakan oleh manusia, bahaya sekali bukan.

Selain itu jika si lampion mendarat dan tersangkut di terumbu karang, otomatis pertumbuhan & perkembangan terumbu karang akan terganggu dan mau tidak mau Biota laut pun akan terganggu karena kehidupan mereka saling bersinergi satu Sama lain.

Kita tau bahwa terumbu karang akan tumbuh 1cm dalam 1 tahun bayangkan kalau belum sempat tumbuh tapi sudah rusak, mau kebagian apa generasi Muda kita kalau kita sudah merusak alam kita yang notabenenya merupakan titipan generasi penerus kita.
Senang boleh tapi tolong pertimbangkan dampaknya. Kalau menyelesaikan masalah sampah saja tidak mau dan mampu alangkah baiknya jangan kita menciptakan sampah.

Percaya atau tidak dunia kita terancam oleh sebuah pemikiran bahwa kita sadar dunia terancam tapi kita berpikir nanti pasti ada orang yang akan Menyelematkannya, jumlahnya seimbang gak kalau tidak terus gimana ? Mau kita manusia sebagai populasi terbanyak di bumi punah karena sesuatu yang kita abaikan seperti sampah misalnya ? Kalau gak mau yok sadar sampah 3R. Senang-senang boleh tapi merusak lingkungan jangan ? (Hanya pemikiran seorang wanita yang merasa kehidupan populasinya terancamāœŒ) Less plastic more fun(tastic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here